|
Dirjen Bimas Kristen Buka Sinode ke-31 Gereja Pentakosta di P Siantar |
|
|
|
|
Senin, 28 Juli 2008 |
Pemerintah saat ini sedang melakukan berbagai upaya agar masyarakat Indonesia yang juga adalah umat beragama bisa keluar atau mampu bertahan di tengah berbagai himpitan dan deraan kesulitan dan keprihatinan kehidupan. Namun bagaimana kemampuan dan apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi tanpa adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu agama pada hakikatnya dapat membangkitkan motivasi dan
inspirasi umat untuk bekerja keras serta memiliki kepedulian yang
tinggi terhadap persoalan yang sedang dihadapi oleh bangsa ini.
Kesulitan yang dihadapi masyarakat saat ini di antaranya tingginya
harga kebutuhan hidup, bencana alam yang semuanya itu dapat
menyengsarakan mesyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Hal itu dikatakan Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama RI Dr Jason
Lase STh MSi pada acara Sinode ke-31 Gereja Pentakosta di P Siantar,
Jumat (25/7) di Gereja Pentakosta Jalan Lingga P Siantar. Hadir Ketua
GPI Dr Rev MH Siburian, Kabid Bimas Kristen Kanwil Departemen Agama
Sumut Drs Blider Silaban STh, para Gembala Sidang yang tersebar di
seluruh Indonesia.
Menurut Lase, agama merupakan faktor sosial yang memiliki kekuatan
pengubah luar biasa. Agama mampu memberikan motivasi kepada pemeluknya
untuk bekerja secara maksimal, mengatur dan mengelola potensi yang
dimiliki secara profesional, membangun rasa percaya diri, menumbuhkan
iklim sosio psikologis yang siap menghadapi kompetisi secara sehat
serta mengarahkan hidupnya pada kesejahteraan di dunia dan keselamatan
di masa yang akan datang melalui kontekstual dan eksploitasi ajaran
agama secara komprehensif.
Berbagai kekuatan potensial tersebut perlu diaktualisasikan dan
dikembangkan dalam kerangka pembangunan nasional. Untuk itulah pada
acara sinode Gereja Pentakosta ini hendaknya dapat melakukan upaya yang
konkrit dan terencana dalam menyelesaikan persoalan bersama sebagaimana
yang terkandung dalam tema dan subtema sinode tersebut, ujar Lase.
Gubsu H Syamsul Arifin SH dalam sambutannya dibacakan Kadis Koperasi
dan UKM Sumut Ir Joni Pasaribu menyebutkan tugas dan tanggungjawab
Gereja Pentakosta ke depan akan semakin banyak dan kompleks yang harus
dihadapi, karena itu kepada seluruh peserta sinode diharapkan dapat
mengambil keputusan yang arif dan bijaksana terlebih dahulu melalui
musyawarah dan mufakat yang dilandasi dengan iman dan kasih Tuhan,
sehingga rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan dapat tetap
terpelihara dengan baik.
Perlu diketahui bahwa pelaksanaan sinode ini adalah kesinambungan
gereja Pentakosta ke depan, sehingga diharapkan agar dapat melahirkan
gagasan-gagasan baru dan inovatif untuk lebih memajukan peran serta
Gereja Pentakosta dalam pembinaan jemaat yang bersinergi dengan
kebutuhan dan tantangan yang akan dihadapi dalam proses pembangunan
keagamaan ke depan, ujarnya.
Sementara itu, Ketua Gereja Pentakosta Pdt Ev SH Siburian STh
mengatakan bahwa berbagai upaya untuk mensukseskan sinode ini dengan
melakukan audiensi kepada beberapa pejabat instansi terkait di P
Siantar. Sinode ini diikuti lebih kurang 800 orang Gembala Sidang yang
tersebar di 51 resort di 12 propinsi di Indonesia.
Seperti harapan dari Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama RI baru-baru
ini ketika menerima audensi Panitia Sinode, semua pimpinan gereja agar
tetap mengutamakan karakter. Siapapun kelak terpilih menjadi pimpinan
di Gereja Pentakosta ini haruslah pemimpin yang mempunyai karakter
seperti apa yang diharapkan oleh Tuhan Jesus Kristus yakni lebih
mengutamakan kasih, ujar Siburian.
Untuk memeriahkan acara sinode Gereja Pentakosta dilaksanakan juga
lucky draw bagi seluruh peserta sinode, tetapi sebelumnya Dirjen Bimas
Kristen Departemen Agama RI Jason Lase memukul palu tanda dibukanya
Sinode ke-31 Gereja Pantakosta dan sinode ini akan berakhir sampai
Minggu (27/7).
Sumber: http://hariansib.com
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 26 September 2008 )
|